Makasar, Aktual.co — Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang digelar di Hotel Grand Clarion Makassar, berakhir ricuh tanpa menghasilkan keputusan bersama pada Jumat malam (27/3).
Pasalnya, Munas yang dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno selama persidangan berlangsung terus diwarnai insiden sejak dibuka pada Kamis (26/3) sampai pada Jum’at malam.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Otto Hasibuan memutuskan untuk menghentikan sidang sekitar pukul 20.00 Jumat malam karena situasi tidak kondusif “Kita tunda, Selanjutnya Munas akan kita adakan paling lambat enam bulan kedepan,” tegasnya.
Otto Beralasan, penundaan Munas ini karena berbagai masalah yang timbul sejak dimulainya pelaksanaan Munas tersebut dan akibat permintaan 48 DPC yang mengeluarkan surat permohonan penghentian dan penundaan pelaksanaan Munas.
Data yang diperoleh Aktual.co, sejak Kamis (26/3) belasan ribu anggota Peradi memang telah hadir di kota Makassar. Namun tidak diakomodirnya seluruh anggota Peradi yang ada di kota Makassar untuk mengikuti forum menjadi awal terjadinya kekisruhan.
Total 16.257 advokat yang hadir setelah melalui proses verifikasi hanya lolos 15.489 advokat. Dari total itu, hanya 785 advokat dari 65 DPC yang dinyatakan berhak memilih ketua umum. Akibatnya, mereka yang tidak diakomodir mengajukan protes pada saat ingin memasuki ruang persidangan pada Jumat pagi.
Penyebab lainnya adalah perbedaan pendapat soal sistem pemilihan ketua umum.
Sebagian peserta menginginkan sistem pemilihan dengan cara one man on vote, sementara peserta lain menginginkan sistem pemilihan dengan keterwakilan dari masing-masing DPC.
Namun, setelah Otto menutup secara sepihak Munas tersebut, beberapa kelompok dari anggota Peradi lainnya melanjutkan agenda pembahasan dan pemilihan ketua.
Sebelumnya beberapa nomine calon ketua umum adalah Juniver Girsang, Hasanuddin Nasution, Humprey R Djemat, Luhut MP Pangaribuan, James Purba dan Fauzie Yusuf H bermunculan.
Kubu Juniver Girsang menggelar rapat di VIP legend grang Clarion, sementara kubu Humphrey R Djemat melanjutkan Munas di Phinis Room, Lokasi awal acara.
Rapat yang digelar di VIP legen Grand Clarion menetapkan Juniver Girsang sebagai ketua umum Peradi 2015-2020. Ia dipilih dari 34 DPC Peradi.
Sementara kubu Humphrey R Djemat ditempat lain memutuskan agenda Munas ditunda sampai 5 bulan kedepan dan memutuskan dua keputusan pokok yakni memutuskan Ketua DPN Otto Hasibuan menjadi Demisioner dan mengangkat empat pelaksana (plt) ketua umum sementara yakni Luhut Pangaribun, Juniver Girsang, Humphrey R Djemat dan Hasanuddin Nasution.

Artikel ini ditulis oleh: