Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi dibayangi imbal hasil (yield) Amerika Serikat yang cenderung meningkat.

Terpantau, pergerakan rupiah pada Selasa pagi ini bergerak melemah sebesar 21 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.036 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.015 per dolar AS.

“Dolar AS menguat seiring kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat,” kata Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (5/11).

Ia mengemukakan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi di AS menjadi sinyal bullish bagi dolar AS, karena yield yang tinggi ini akan membuat kupon di lelang obligasi berikutnya juga akan naik. Kondisi itu membuat permintaan dolar AS menjadi tinggi.

“Semakin tinggi yield obligasi, maka nilai tukar dolar AS cenderung semakin menguat. Sedangkan jika yield obligasi menurun, maka nilai tukar cenderung melemah,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, rupiah masih akan cenderung stabil. Saat ini, jarak imbal hasil untuk obligasi AS dan Indonesia untuk tenor 10 tahun masih lebih dari 400 basis poin, sehingga masih atraktif.

Artikel ini ditulis oleh: