Jakarta, Aktual.co — Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan peringatan KAA (Konferensi Asia-Afrika) akan menjaga Semangat Bandung 1955 dan mengembangkan sinergi ekonomi politik negara-negara Asia-Afrika.
“Asia-Afrika yang datang nanti (pada peringatan KAA) adalah Asia-Afrika yang berbeda. Konteks kita sekarang adalah Asia-Afrika yang berkembang, terutama populasinya,” kata Dino, di Jakarta, Senin (23/3).
Dia mengatakan bahwa abad-21 adalah abad Asia atau ‘Asian century’, artinya pada abad tersebut akan terjadi peralihan kekuatan dari Barat ke Timur atau dengan kata lain negara-negara Asia akan mendominasi dinamika politik dan ekonomi internasional.
“Kita memiliki masa depan yang hebat kedepannya. Pertanyaannya adalah apakah Indonesia siap menjadi raksasa Asia dalam era menyongsong abad Asia sekarang ini?” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2010-2013 tersebut.
Indonesia saat ini memang belum menjadi salah satu raksasa Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan India, namun sudah mengindikasikan usaha untuk mewujudkan tujuan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan politik di Asia.
“Indonesia harus memiliki politik luar negeri yang berpandangan ke luar (outward looking), jangan takut menanyakan dan dikritik,”
“Kita juga harus realistis, misalnya dengan jangan terlalu berkompetisi dengan Tiongkok yang sudah sangat berkembang pesat,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:















