Malang, Aktual.co —Bagi Anda para orang tua yang baru saja memiliki bayi, pastikan asupan makanan yang dikonsumsi baik serta menyehatkan. Sebab, makanan yang sehat bagi bayi, penting di masa perkembangan dan pertumbuhannya.
Nah, untuk mengetahui indikasi apakah makanan yang Anda berikan ke bayi tergolong makanan yang sehat atau tidak, ada baiknya melihat hal berikut ini, demikian dilansir MagForWoman.
1. Apakah Anda Memberi ASI?
Pertanyaan ini sangat vital, sebab, ketika bayi Anda baru lahir, Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang harus diberikan oleh ibu setiap harinya. Setidaknya hingga si bayi berusia satu tahun.
Di belahan negara lain, ada yang menganjurkan agar bayi diberi ASI hingga usia dua tahun. Anda juga harus sering berkonsultasi dengan dokter perihal waktu yang tepat untuk menghentikan ASI bagi bayi.
2. Apakah Anda Memberikan Makanan yang Padat?
Satu hal yang perlu dicatat yaitu, bayi yang tidak boleh diberi makanan yang padat, selama bayi belum siap untuk mengonsumsi hal tersebut. Kebanyakan bayi siap diberikan makanan padat saat ia berusia 6 bulan, dimana cadangan besi alami bayi sudah mulai memudar saat usianya menginjak 6 bulan. Sehingga, penting bagi para ibu untuk mengetahui kapan bayi harus diberikan makanan padat.
3. Makanan Alami atau Buatan?
Makanan alami atau buatan yang mengandung bahan pengawet sebenarnya harus menjadi perhatian Anda, karena, kekebalan tubuh bayi. Semakin alami bahan makanan yang dikonsumsi bayi, semakin sehat pula makanan yang ia asup.
4. Apakah Makanannya Higienis?
Pertanyaan tersebut sangat krusial menyambung dari pertanyaan sebelumnya. Bagi bayi, makanan yang higienis sangat dibutuhkan mengingat kondisi tubuh mereka yang masih kurang peka. Higienis tidak hanya saja terdapat pada bahan makanan, namun terkait dengan cara menyiapkan serta alat untuk memasak.
5. Apakah Anda Memberinya Makanan Seimbang?
Bila anda mengenalkan makanan baru kepada bayi, pastikanlah makanan tersebut terdapat nutrisi yang memadai. Sebenarnya mengenalkan beberapa variasi makanan baru sangat dibutuhkan, agar bayi bisa beradaptasi, namun sekali lagi, hitung-hitungan nutrisi pada makanan itu juga harus menjadi tolok ukur utama bagi seorang ibu.
Artikel ini ditulis oleh:














