Jakarta, Aktual.co —Wakil Presiden Jusuf Kalla memanggil kedua belah pihak yang berseteru di kisruh APBD DKI 2015, yakni Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pimpinan DPRD DKI.
Namun pemanggilan tak dilakukan berbarengan.
Pimpinan DPRD dapat giliran kedua dipanggil JK di kantor Wapres di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengatakan pemanggilan dijadwalkan pukul 16.30Wib.
Prasetio sendiri mengaku belum tahu agenda yang akan dibahas JK dengan DPRD DKI. Namun dia mengaku dengar kabar pemanggilan terkait kisruh RAPBD 2015.
“Mungkin beliau ingin tahu permasalahan yang sedang berlangsung di DKI antara ‎eksekutif dengan legislatif,” kata politisi PDI-P itu saat ditemui di DPRD DKI, Kebon Sirih, usai rapat pimpinan gabungan yang memutuskan mengembalikan RAPBD 2015 ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Dia mengaku siap menjelaskan jika ditanya JK mengenai kisruh APBD yang membuat hubungan eksekutif dan legislatif DKI akhir-akhir ini memanas.
“Nanti saya jelaskan gamblang karena Pimpinan-pimpinan DPRD juga diundang,” kata Prasetio.
Sebelumnya, Ahok sudah lebih dulu dipanggil JK. Didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ahok mengaku diberi nasehat oleh JK agar memperbaiki hubungan dengan DPRD DKI.
Kata Ahok, JK mengibaratkan Pemprov dan DPRD DKI sebagai satu keluarga, yakni pemerintah.
“Alangkah baiknya kayak keluarga punya anak masa mau berantem terus. Yang namanya pemerintah itu DRPD dan kepala daerah,” tutur Ahok, menirukan nasehat JK.
Sikap kasar Ahok juga mendapat ‘sentilan’ dari JK. Sebagai seorang pemimpin, ujar JK, Ahok boleh tegas tapi tidak boleh kasar.

Artikel ini ditulis oleh: