Jakarta, Aktual.co —Panitia hak angket DPRD DKI menyimpulkan ada nepotisme di kehadiran isteri Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan dan adik Ahok, Harry Basuki dalam rapat revitalisasi Kota Tua.
Disampaikan Anggota Pansus Angket DPRD, Syarif, kesimpulan didapat dari pemeriksaan Deputi Gubernur DKI Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sylviana Murni dan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Sarwo Handayani (Yani). 
“Kesimpulan sementara diduga ada nepotisme. Isteri gubernur dalam kapasitas sebagai isteri gubernur mempengaruhi rapat-rapat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Balai Kota. karena dia memimpin rapat, itu mempengaruhi,” ujar Syarif, di Jakarta, Senin (16/3).
Saat ditegaskan kembali, apakah kesimpulan itu baru dugaan saja, Syarif membantah. Kata dia hal itu sudah diakui sendiri oleh Sylviana dan Yani saat pemeriksaan. Dimana disampaikan mereka, bahwa Veronica dalam rapat berperan sebagai moderator, alias pemimpin rapat. 
“Dia memang mimpin rapat. kalau sebutan ‘moderator’ itu kan kata halus dari mimpin rapat ya,” ujar Syarif.
Lalu bagaimana dengan kehadiran adik Ahok dalam rapat, politisi Gerindra itu mengatakan Harry kedapatan satu dua kali ikut rapat di kantor Dinas Pariwisata. “Entah dalam kapasitas apa sedang kita dalami,” ujar Syarif.
Kendati demikian, ucap dia, saat ini Pansus Angket masih akan terus dalami peran Veronica dan Harry dalam rapat. Apakah membahas APBD atau bukan, yang terpenting kehadiran mereka mempengaruhi rapat.
Namun pansus angket ternyata batal memanggil Veronica di pemeriksaan selanjutnya. Alasannya, dari keterangan Sylvi dan Yani saja sudah didapat benang merah dari polemik kedatangan Veronica dan Harry dalam rapat SKPD.

Artikel ini ditulis oleh: