Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik Gun gun Heryanto menilai ada beberapa kendala yang harus diselesaikan dalam rencana islah Partai PPP.
“Kendala islah, pertama siapa yang mau jadi ketum partai. Kedua seberapa besar penerimaan partai yang menjadi ketua untuk mengakomodir kelompok yang berbeda, karena kecendrungannya ketika kubu di atas angin dia akan ada gap, kata Gun gun, Senin (16/3).
Menurutnya, yang paling sulit adalah menentukan ketum, karena masing-masing punya ego dan keinginan mengendalikan basis partai.
Islah itu mungkin mendorong muktamar luar biasa, muktamar islah dengan cara difasilitasi muktamar demokratis siapa yang terpilih nanti.
“Kalau merujuk pada keikhlasan masing-masing saya nggak yakin karena pasti punya ego sendiri. Seberapa mau mereka melakukan politik akomodasi, yang paling sulit pertanyaannya Djan Faridz mau ngga kalo ketua umumnya itu juniornya? Kalo ngga mau ya repot,” katanya.
Sementara itu, kendala tersebut akan berpengaruh pada pencalonan Pilkada serentak mendatang.
“Timing keputusannya harus selesai bulan Maret atau April karena agenda politik nasional kan akan berjalan, ada pilkada serentak, Kalau mereka belum bisa menuntaskan ya bagaimana. Karena kubu romy sudah bisa mendaftar kalau ada pilkada-pilkada karena diakui oleh pemerintah. Dalam hal ini kemenkumham, tapi dikalahkan juga oleh PTUN, dan memenangkan kubu Djan Faridz, berarti Romy belum boleh mengambil tindakan strategis termasuk menentukan siapa kepala daerah yang bertarung sehingga nanti akan ada kevakuman. Sama seperti halnya Golkar, karena belum selesai maka bisa jadi Golkar menemui kendala dalam pilkada serentak.”
Artikel ini ditulis oleh:















