Malang, Aktual.co — Jatuh cinta ternyata membuat beberapa fungsi dalam otak manusia meningkat. Hasil penelitian Professor Xiaochu Zhang dari University of Science and Technologi of China, menyebut, ada perbedaan yang sangat signifikan antara otak manusia yang sedang dilanda asmara (jatuh cinta) dengan orang yang sedang single atau orang yang baru mengakhiri hubungan cintanya.
Manusia yang sedang dalam hubungan asmara atau jatuh cinta, ternyata memiliki peningkatan aktivitas pada beberapa area otak, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan mereka yang saat ini menyandang status single, dimana aktivitas otak mereka terlihat kurang.
“Studi ini memberikan bukti empiris akan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsional otak manusia yang sedang jatuh cinta,” terang Professor Xiaochu, demikian dilansir dari DailyMail, Senin (16/3).
Tim peneliti dari Universitas tersebut menggunakan 100 siswa berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai bahan riset mereka. Para siswa ini dibagi menjadi tiga kelompok yakni orang yang sedang jatuh cinta, lajang dan mereka yang baru saja mengakhiri hubungan asmara.
Masing-masing dari 100 orang tersebut dilakukan proses scan otak dengan menggunakan alat pengukur aktivitas aliran darah dalam otak (atau FMRI). Mereka diminta untuk menutup mata dan memikirkan berbagai hal selama proses scanning, sehingga peneiliti bisa menemukan perubahan dalam otak yang disebabkan emosi cinta dan romantisme.
“Hasil studi ini ternyata menemukan suatu hal, yakni jatuh cinta dapat dihubungkan dengan peningkatan konektivitas dalam jaringan otak tertentu,” lanjutnya.
Peningkatan aktivitas otak manusia, ini ternyata bisa terdeteksi dari bagian nucleys caudatus, NAC, amigdala dan insula. Tak hanya itu, tes ini juga menemukan banyaknya aktivitas otak pada daerah tertentu yang berkorelasi dengan durasi waktu seseorang yang telah jatuh cinta.
Penelitian itu juga menyebutkan, bagi mereka yang baru saja mengakhiri hubungan asmara atau pernah jatuh cinta sebelumnya, ternyata aktivitas otak langsung berubah dan dapat dilihat dari tolok ukur lamanya waktu sejak perpisahan. Hal itu ditemukan oleh para peneliti pada bagian nucleus caudatus yang berhubungan dengan harapan, penghargaan dan output sensorik.
Namun, bagi mereka yang sedang putus cinta tidak perlu khawatir, sebab hasil penelitian menemukan, ada aktivitas pada daerah tertentu yang disebut mereka (peneliti) sebagai tanda pemulihan.
Artikel ini ditulis oleh:















