Jakarta, Aktual.co — Terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp13.000, menjadi faktor penyebab membengkaknya anggaran belanja modal perusahaan plat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Corporate Secretary PT Semen Indonesia, Agung Wiharto mengatakan, terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, memberikan dampak yang sangat signifikan pada kinerja keuangan perseroan, terutama untuk anggaran belanja modal lantaran BUMN berkode saham SMGR itu hingga saat ini masih melakukan pembelian peralatan dari luar negeri dengan valuta asing.
“Memang lebih banyak dari Eropa, tapi dari AS juga ada, dan ini sangat berpengaruh signifikan, capex (belanja modal) jadi membengkak,” kata Agung saat dihubungi wartawan, ditulis Senin (16/3).
Agung menjelaskan, saat ini perseroan tengah melakukan ekspansi pembangunan pabrik di Rembang dan Indarung, dengan kurs Rp11.000, investasi pembangunan pabrik Rembang diperkirakan sekitar Rp3,7 triliun. Akan tetapi, dengan kurs Rp12.500, nilai investasi justru jadi membengkak hingga Rp4,4 triliun.
Maka dari itu, lanjutnya, perseroan sampai saat ini masih belum bisa melakukan antisipasi terhadap merosotnya nilai tukar Rupiah. Meski dari segi operasional perseroan bisa mengantisipasi dengan cara melakukan efisiensi, tidak sama halnya dengan segi anggaran capex.
“Kalau ke anggaran belanja modal, ya susah,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:












