Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu belum menunjukkan adanya perbaikan, seiring masih tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan Dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah beredar pemberitaan kenaikan cadangan minyak AS yang membuat harga kontrak minyak kembali turun.

“Ini memberikan kesempatan bagi Dolar AS untuk kembali menguat. Akibatnya laju mata uang dari Euro, GBP, dan Yen terhadap Dolar AS kembali tertekan, pasca menguat sehari sebelumnya.” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.

Pada Senin (16/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.179, yakni Rp13.205-13.185 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif yang menahan pelemahan Rupiah membuat lajunya kian bergerak turun.

“Harapan akan penurunan yang dapat lebih terbatas kembali sirna dan berpotensi kembali turun,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: