Kupang, Aktual.co — Pengamat politik dari Universitas Widya Mandiri Kupang Marianus Kleden mengharapkan agar Agung Laksono bisa merangkul Aburizal Bakrie (ARB) jika ingin merombak alat kelengkapan Dewan F-Golkar di DPR untuk bersama-sama menjalankan partai tersebut ke depannya.
“Agung Laksono jangan sampai jumawa dengan diakuinya dia sebagai pimpinan Golkar yang baru, namun ia juga harus memikirkan untuk merangkul Aburizal Bakrie untuk menjalankan visi dan misi golkar ke depannya,” katanya kepada wartawan di Kupang, Minggu (15/3).
Ia menjelaskan hal tersebut perlu dilakukan mengingat Aburizal Bakrie sendiri merupakan pria yang berpengalaman memimpin partai yang berlambang pohon beringin tersebut, sehingga adanya saling tukar pengalaman dan saling sharing.
Marianus menilai hal tersebut harus dilakukan jika tidak kelak ke depannya kisruh antara kedua kubu tersebut akan terus berlanjut dan ditakutkan nanti nama baik dari partai yang telah lama berdiri tersebut akan di cap buruk oleh masyarakat.
“Kalau memang ingin dilakukan perombakan susunan anggotanya maka diharapkan agar kubu Agung Laksono bisa merangkul kubu Aburizal Bakrie,” tambah pria yang juga merupakan Dekan Fakultas Ilmus Sosial dan Politik (Fisip) di Universitas tersebut.
Disamping itu Pengamat Politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Rudy Rohi menilai semua keputusan untuk merangkul atau tidak mengikut sertakan kubu Aburizal Bakrie dalam kepengurusan DPR semuanya berada di tangan pimpinan Gaolkar sendiri.
Sebab menurutnya, apapun keputusan pimpinan Golkar tentunya semuanya demi membawa Golkar lebih baik kedepannya.
“Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai ada intervensi dari pihak luar, selain itu apapun yang dilakukannya sebagai pimpinan golkar bertujuan untuk konsolidasi demokrasi yang mana sesuai dengan pilar demokrasi yakni partai politik,” tambahnya.
Terkait apakah perlu dilakukan perombakan susunan alat kelengkapan dalam F-Golkar di DPR, ia mengatakan tidak ada masalah jika hal itu dilakukan, sebab dalam sistem perpolitikan hal tersebut sah-sah saja untuk dilakukan.
“Menurut saya tidak ada masalah jika ia sampai merombak semua komposisi anggota DPRnya atau melakukan perubahan di dalam tubuh golkar, namun hal yang harus diperhatikan adalah bahwa jangan sampai perombakan tersebut dilakukan bukan atas dasar balas dendam tetapi atas dasar pembangunan partai golkar kedepan,” kata pria yang juga merupakan dosen Fisip di Undana tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid













