Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan tidak akan ada lagi komunikasi dengan DPRD DKI Jakarta terkait APBD 2015. Pernyataan Ahok tersebut sangat disayangkan Peneliti pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor.
Firman menilai, sikap Ahok tersebut tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis yang mengedepankan negosiasi dan komunikasi.
“Itukan model tentara tak ada negosiasi. Spirit demokrasi itukan negosiasi,” kata Firman dalam diskusi Aktual Forum bertajuk “kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya”di Warung Komando, Tebet, Minggu (15/3).
Firman mencontohkan, bahwa seorang pemimpin dalam negara demokrasi tak ubahnya seorang marketing. “Clinton kalau ga salah, mengatakan seorang presiden di AS itu seperti marketing. Dia harus deliver message, menjual produk, beragumentasi. Itu harus dilakukan day by day. Meyakinkan publik,” ungkapnya.
Walaupun nantinya ‘kalah’, namun selama berpegang pada konstitusi, hal itu tidak masalah menurut Firman. “Sejauh dia menghormati demokrasi. Kalau ini ujung-ujungnya otoritarian,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid













