Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pengrajin kulit siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) seiring dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah kota Semarang maupun Jateng.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada para pengrajin kulit khususnya yang sedang merintis seperti saya,” kata salah satu pengrajin produk kulit Aminnudin di Semarang, Sabtu (14/3).
Dia mengaku tidak khawatir untuk menghadapi MEA selama pelaksanaan tersebut tidak merugikan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aminnudin mengaku sudah banyak menerima pesanan baik dari dalam kota maupun luar kota. “Kami bisa memperluas pasar karena pernah mengikuti program promosi yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag).”
Selain jaket, Aminnudin juga membuat produk tas, dompet, ikat pinggang, topi, sarung tangan, dan gantungan kunci yang juga berbahan baku kulit.
Mengenai bahan baku, sejauh ini Aminnudin mengaku tidak menghadapi kendala mengingat pasokan dari Tasikmalaya dan Garut berjalan lancar. Bahkan, hingga saat ini dirinya mengaku belum pernah kesulitan memperoleh bahan baku.
“Meski demikian, kami berharap agar Pemerintah setempat tetap memperhatikan ketersediaan bahan baku, dengan demikian kami lebih siap menghadapi MEA mendatang,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua Klaster Tas Kota Semarang Claudyna S Ningrum mengatakan jumlah pengrajin produk kulit khususnya tas di Kota Semarang masih minim. Oleh karena itu, pihaknya yang dibantu Pemkot Semarang ingin meningkatkan jumlah tersebut.
“Pangsa pasar produk kulit sangat luas, selain itu kami juga harus bersaing dengan produk kulit dari luar negeri dalam menghadapi MEA mendatang.”
Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah pengrajin produk kulit, pada bulan ini pihaknya akan mengadakan pelatihan secara gratis kepada masyarakat umum khususnya yang tertarik pada industri tas.
“Sampai saat ini jumlah sumber daya manusia (SDM) untuk tas memang masih minim, untuk menambah SDM berkualitas tentu pelatihan-pelatihan harus terus dilakukan. Dalam waktu dekat ini pelatihan yang dilakukan khusus untuk produksi tas kulit,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















