Jakarta, Aktual.co — Penyakit korupsi akut menjangkiti hampir semua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kondisi ini membuat PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berupaya membangun budaya anti korupsi melalui agenda ‘Zero Tolerance Corruption’. PGN pun menyusun kode etik karyawan dan kode etik pimpinan.
“Kode etik ini menjadi panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain,” ujar Dirut PGN Hendi Prio Santoso di Jakarta, Jumat (13/3).
Dia menegaskan, para calo gas tidak akan diberi kesempatan bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN. Adapun sepanjang 2014 PGN sudah membukukan pendapatan neto sebesar USD3,41 miliar atau naik 13,6 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD3,00 miliar.
“Sepanjang 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta,” imbuh Hendi.
Kunci bisnis PGN ini, lanjut Hendi, adalah terbangunnya sikap profesionalisme seluruh awak perusahaan PGN dan kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan hingga jajaran bawah untuk melawan korupsi.
“PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















