Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pembangunan jalan layang atau “flyover” khusus transjakarta rute Kapten Tendean-Blok M-Ciledug merupakan salah satu solusi mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota.
“Jalan layang ini memang khusus untuk bus transjakarta karena kepadatan lalu lintas di sepanjang Ciledug hingga Blok M disebabkan oleh banyaknya kendaraan pribadi. Jadi, jalan layang ini merupakan salah satu upaya mengurai kemacetan itu,” kata Djarot di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut dia, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin menekan tingkat penggunaan kendaraan pribadi dan lebih meningkatkan penggunaan transportasi masal untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.
“Dengan dibangunnya jalan layang khusus bus transjakarta itu, maka kita ingin mengurangi mobilitas warga yang menggunakan kendaraan pribadi dan lebih memprioritaskan transportasi masal. Kalau ‘flyover’ ini tidak dibangun, maka masalah kemacetan tidak akan berakhir,” ujar Djarot.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menambahkan, jalan layang tersebut nantinya akan memiliki total panjang 9,3 kilometer yang terbentang dari Ciledug, perbatasan Jakarta dan Tangerang, menuju Blok M hingga Jalan Kapten Tendean.
“Selain itu, proses pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta itu juga akan berdampak terhadap kemacetan arus lalu lintas di wilayah sekitarnya. Sehingga, kami mohon pengertiannya kepada seluruh pengguna jalan,” katanya.
Pembangunan ‘flyover’ khusus transjakarta itu terbagi dalam delapan paket dan dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda-beda.
Paket tersebut adalah Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya, Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa, Trunojoyo (1375 meter) oleh PT Jaya Kontruksi dan Taman Puring (1.200 meter) oleh PT Hutama Karya.
Kemudian, paket Kebayoran Lama (1.300 meter) yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, Kostrad (1.400 meter) oleh PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi, Ciledug (1.500 meter) oleh PT Waskita Karya dan Seskoal (1.500 meter) oleh PT Wijaya Karya.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid














