Jakarta, Aktual.co —Sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan dugaan adanya anggaran ‘siluman’ di APBD DKI ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), disayangkan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi.
Yang membuat Uchok menyayangkan, tak lain lantaran Ahok hanya melapor dugaan korupsi berupa penggelembungan anggaran UPS (uninterruptible power supply) ke sekolah-sekolah saja. Padahal menurut dia kalau memang Ahok benar serius mau ‘menyikat’ DPRD harusnya Ahok melaporkan juga kasus-kasus lainnya. “Kenapa hanya UPS saja,” kata Uchok, saat diskusi di Cikini Jakarta, Senin (9/3).
Alhasil Uchok jadi menduga, kisruh APBD 2015 yang sekarang ramai menyita perhatian publik, tak lebih hanya upaya Ahok untuk cari sensasi semata. “Ahok dan DPRD hanya sandiwara uang pajak kita yang ingin dikelola mereka,” ucap dia.
Tak hanya itu, Uchok juga menilai sistem e-budgeting yang dibanggakan Ahok dan Pemprov DKI tak lebih hanya sekedar alat untuk memproteksi anggaran dari tangan dewan saja. “Ahok jangan sok suci dengan ingin mengambil alih pengelolaan APBD sendiri, sedang DPRD hanya bisa lihat dan setujuin aja.”

Artikel ini ditulis oleh: