Jakarta, Aktual.co — Isu penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Selandia Baru terhadap jaringan telekomunikasi di Asia Pasific, khususnya di Indonesia, membuat sejumlah pejabat negara melakukan kewaspadaannya dalam berkomunikasi melalui telepon.
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memilih waspada dalam memilih jalur komunikasi, terlebih dalam pembicaraan yang dilakukan berbau personal.
“Sejak darurat penyadapan, tidak berani. Apalagi telepon untuk komunikasi pribadi. Istri saya juga saya larang, apalagi ngomong soal urusan suami- istri di telepon, saya khawatir dibajak lagi,” ucap Fahri, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/3).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menduga biang dari penyadapan adalah karena Indonesia tidak punya teknologi sendiri dalam hal komunikasi, sehingga mudah diketahui setiap gerak geriknya.
“Selain operator punya asing, ini juga karena teknologi bukan punya kita sendiri,” ujar dia.
Masih kata Fahri, teknologi untuk menyadap sudah sangat mutakhir. Untuk itulah, semua pejabat negara diminta untuk berhati-hati dalam berkomunikasi.
“Bisa disadap, dikuntit macam-macam, terlebih dengan teknologi mutakhir sekarang ini, tidak mustahil kita jadi korban teknologi.”
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















