Surabaya, Aktual.co — Terkaitnya hilangnya 10 warga Surabaya yang hilang di Turki yang diumumkan kementrian luar negeri, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini, menegaskan dari hasil pengecekan database kependudukan hanya ada 6 orang saja yang tercatat warga Surabaya.
“Enam orang tersebut adalah satu keluarga terdiri dari Ayah, ibu dan 4 anaknya.” Kata Risma, Minggu (8/3).
Risma membeberkan data dari kementerian berbeda dengan data Pemerintah kota Surabaya. Memang, lanjutnya, ada 8 orang yang sebelumnya pernah tercatat di warga Surabaya. Selain satu keluarga berjumlah enam jiwa, dua warga lainnya hanya tercatat pernah menjadi warga Surabaya dan sudah pindah.
Pemerintahan kota Surabaya sendiri sudah melakukan pengecekan dengan turun ke lapangan dan sempat bertemu dengan kerabat keluarga dan tetangganya. Meskipun tidak mau menyebutkan hasil pertemuan dengan kerabatnya, namun Risma langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Risma memang tidak berani membeberkan apakah keluarga tersebut ada keterkaitannya dengan jaringan ISIS mengingat harus bekerja sama dengan kepolisian, namun Risma sempat melontarkan kalimat agar warga Surabaya tidak perlu ikut serta berjihad dengan kelompok garis keras.
“Saya tegaskan lebih masyarakat kalau ingin berjihad silakan saja, tetapi jihad yang benar. Berantas narkoba juga bagian dari jihad.
Seperti diketahui, kementrian luar negeri mengumumkan 16 warga negara Indonesia hilang saat melakukan tour ke Turki. Berbagai dugaan muncul di pemberitaan mereka terlibat jaringan ISIS.
(Laporan: Ahmad H. Budiawan)
Artikel ini ditulis oleh:















