Jakarta, Aktual.co — World Press Photo, yang dikenal sebagai pemberi penghargaan bergengsi untuk karya foto jurnalistik sedunia, mengumumkan membatalkan salah satu penghargaan karena perbedaan pendapat mengenai baku etika oleh pemenang dari Italia.

Organisasi berpusat di Amsterdam itu menyatakan, Giovanni Troilo didiskualifikasi karena salah satu foto pemenang dalam foto esai mengenai gambaran suram pasca-industri di kota Charleroi, Belgia, diambil di suatu tempat berjarak 50 kilometer dari Brussel.

Walikota Charleroi yang mengeluh bahwa serial foto Troilo yang berjudul “Jantung kegelapan Eropa” yang memenangkan penghargaan pertama bulan lalu, memberikan gambaran yang salah mengenai kota tersebut. Keadaan ini menimbulkan kegelisahan di antara para wartawan foto yang mengikuti pernyataan walikota tersebut.

Para juri semula membela karya pemenang itu yang meliputi pula foto-foto sepupu Troilo bersama seorang perempuan melakukan hubungan intim di sebuah mobil, seorang perempuan kumuh di atas meja di rumah perawatan dan pasangan yang akan menyelenggarakan “pesta gila” dengan gambar sosok perempuan di dalam kerangkeng.

Namun, mereka mengatakan menemukan bukti bahwa salah satu foto tentang seorang model bertelanjang sedang dilukis seorang seniman –berpose siap menyantap mayat pria, diambil di ibukota Belgia.

“Kisah-kisah itu tidak sesuai dengan syarat kesertaan dan oleh sebab itu penghargaan tersebut harus ditarik,” kata pernyataan dari lembaga pemberi hadiah yang berusia 60 tahun itu di halaman facebooknya, Kamis (5/3).

Pernyataan itu juga mengutip keterangan Troilo yang menjelaskan bahwa foto itu tidak diambil di Charleroi.

“Perdebatan mempermasalahkan makna dari foto jurnalistik dan dokementer, fotografi sangat penting dan akan mempunyai dampak etika jurnalistik untuk menjalankannya,” kata ketua lembaga World Press Photo, Lars Boering.

“Kami menemukannya tepat di tengah perdebatan dan kami berniat menjadikannya sebagai pengalaman berharga,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: