Jakarta, Aktual.co — Korea Utara (Korut), menyatakan serangan dengan pisau terhadap Duta Besar Amerika Serikat (AS), Mark Lippert di Seoul adalah hukuman atas keputusan AS menggelar pelatihan militer bersama dengan Korea Selatan (Korsel).
“Serangan itu adalah hukuman untuk penghasut perang AS dan bentuk perlawanan, yang sah,” demikian pernyataan pemerintah melalui kantor berita Korut, KCNA, Kamis (5/3).
Sebelumnya diberitakan, Mark Lippert diserang oleh orang tak dikenal saat ia memberikan kuliah umum di kota Seoul.
Dilaporkan, Lippert yang sudah sejak 2014 diutus ke Korea Selatan, langsung dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka pada bagian wajah dan tangannya.
Penyerang Lippert oleh pihak Kepolisian Seoul diidentifikasi bernama Kim Ki – Jong, ia menyerang Lippert saat keduanya berada di Institut Kebudayaan Sejong. Rekaman video yang berhasil merekam kejadian tersebut menunjukkan Kim sedang diamankan oleh aparat setempat.
Aksi nekat Kim ternyata dilakukan, lantaran mengutuk latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk reunifikasi dari Semenanjung Korea.
“Kim datang mengenakan baju tradisional Korea berwarna cokelat, dia sempat meneriakkan sesuatu ke Duta Besar,” kata Michael Lambrau, demikian dikutip dari The Guardian.
Artikel ini ditulis oleh:

















