Malang, Aktual.co — Rencana eksekusi mati  yang akan dilangsungkan di Indonesia tak luput dari perhatian pemain bola. Salah satu yang mengikuti pemberitaan tersebut adalah Fabiano Beltrame, pemain belakang Arema Cronus.

Warga negara Brasil ini bahkan sudah melacak latar belakang seorang warga Brasil, Rodrigo Gularte, yang sedang menunggu eksekusi vonis hukuman mati.

“Warga Brasil yang ke dua, Rodrigo, itu ternyata lahir dari kota yang sama tempat saya lahir, di Foz do Iguacu,” kata Fabiano usai berlatih dengan Arema Cronus di Stadion Gajayana Kota Malang, kepada Aktual.co, Kamis (5/3).

Informasi itu membuat Fabiano sedih, melihat nasib saudara se kotanya yang buruk ketika di Indonesia.

“Saya tidak kenal, tetapi keluarganya masih ada yang tinggal di sana. Mungkin karena pergaulan yang salah. Saya sedih, tapi itu (narkoba) tetap hal yang salah,” terangnya.

Dengan vonis berat yang dijatuhkan pada Rodrigu, dia berharap kondisi tersebut akan menjadi contoh bagi banyak penduduk Brasil yang berada di Indonesia untuk tidak bermain dengan narkoba.

Hingga saat ini, Rodrigo Gularte adalah warga Brasil kedua yang divonis mati setelah warga Brasil pertama, Marco Arcer Cardoso, menerima eksekusi mati pada 18 Januari 2015 lalu.

Fabiano berharap hukuman yang tegas akan membuat banyak pihak yang bersentuhan dengan narkoba segera jera.

“Saya punya anak dua, saya tak ingin anak saya rusak gara-gara narkoba. Saya berharap mereka yang sedang terlibat narkoba atau pun ingin menggunakan narkoba segera berubah pikiran,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh: