Malang, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Korea Selatan, Mark Lippert diserang oleh orang tak dikenal saat ia memberikan kuliah umum di kota Seoul, Kamis (5/4).
The Guardian melaporkan, Lippert yang sudah sejak tahun 2014 diutus ke Korea Selatan, langsung dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka pada bagian wajah dan tangannya.
Penyerang Lippert oleh pihak Kepolisian Seoul diidentifikasi bernama Kim Ki – Jong, ia menyerang Lippert saat keduanya berada di Institut Kebudayaan Sejong. Rekaman video yang berhasil merekam kejadian tersebut menunjukkan Kim sedang diamankan oleh aparat setempat.
Aksi nekat Kim ternyata dilakukan, lantaran mengutuk latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk reunifikasi dari Semenanjung Korea.
“Kim datang mengenakan baju tradisional Korea berwarna cokelat, dia sempat meneriakkan sesuatu ke Duta Besar,” kata Michael Lambrau, demikian dikutip dari The Guardian.
Lambrau menambahkan, Duta Besar tersebut sempat melawan saat diserang oleh Kim di tempat duduknya. “Ada bekas darah di belakangnya, dia memiliki sekitar tujuh sentimeter luka di wajahnya,” tegas dia.
Ketika Limbert dievakuasi untuk menerima pertolongan dari tim yang ada di lokasi, Kim tetap meneriakkan slogan anti kekerasan kepada Duta Besar tersebut.
“Kedengarannya seperti anti Amerika atau anti Imperialis,” timpalnya.
Juru bicara AS di Seoul menanggapi, aksi penyerangan ini.
“Kami konfirmasikan bahwa Duta Besar sedang dalam kondisi stabil dan tidak ada komentar lebih lanjut soal ini,” kata Juru Bicara tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Washington, juga cepat bereaksi terhadap insiden tersebut. Mereka khawatir dengan aksi penyerangan di wilayah sekutunya.
“Kami mengutuk tindakan itu,” kata Juru Bicara Marie Harf.
Selain itu, pihak Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan, Presiden Barrack Obama sudah berbicara kepada Lippert atas aksi penyerangan yang menimpa dirinya.
“Presiden sudah berbicara kepada Lippert dan ia berdoa agar Lippert segera sembuh,” tutur dia.
Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye menegaskan, serangan kepada Lippert merupakan hal yang menodai hubungan antara ‘Negeri Gingseng’ dan ‘Negeri Paman Sam’.
Berdasarkan catatan Kepolisian, Kim ternyata tidak sekali melakukan aksi nekat seperti ini. Pada bulan Juli tahun 2010 lalu, dia pernah melemparkan beton kepada Duta Besar Jepang untuk Seoul.
Latihan militer yang sudah dimulai pekan lalu ini telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea. Korea Utara juga sering mengecam latihan bersama yang melibatkan tentara AS dan puluhan ribu warga Korea Selatan itu.
Pada tahun 2013, Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un mengancam akan menyerang dengan nuklir Washington dan Seoul.
Sebelumnya, Korea Utara sudah melakukan peringatan hari latihan pertama dengan uji tembak rudal jarak pendek. Beberapa warga Korea Selatan mengklaim adanya tentara di wilayahnya merupakan usaha Amerika Serikat yang tak ingin kedua Korea bersatu.
Artikel ini ditulis oleh:

















