Semarang, Aktual.co — Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng mengucurkan bantuan modal Rp3 juta bagi per pedagang yang terkena korban kebakaran Pasar Johar Semarang, Sabtu (13/5) malam lalu. Keputusan pemberian modal secara cuma-cuma itu berawal dari kerjasama Pemprov Jateng dan pihak Bank Jateng.
“Keputusan itu diambil setelah mendapat banyak permintaan dari pedagang. Ternyata pasar darurat belum menyelesaikan masalah. Mereka butuh modal untuk bisa kembali berjualan,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (13/5).
Langkah itu dilakukan mengingat tambahan modal menjadi salah satu penyelesaikan kebakaran pasar.
Dalam diskusi dengan pihak perbankkan, muncul kesepakatan tiga skema bantuan untuk pedagang Pasar Johar. Skema pertama ialah pemberian bantuan modal cuma-cuma untuk 3.760 pedagang. Jumlah tersebut berdasarkan data dari Dinas Pasar Kota Semarang.
Menurutnya, besaran modal yang diberikan kepada pedagang besarannya bervariatif. Pemodalan disesuaikan besar kecilnya jenis usaha.
“Bantuan ini tidak sama setiap pedagang. Namun, disesuaikan dengan besar kecilnya usaha. Yang kecil ya di bawah Rp3 juta, tapi yang besar tidak akan di atas Rp3 jutaan,” beber dia.
Rencananya, bantuan modal tersebut akan diberikan pada saat peresmian pasar darurat di dekat Masjid Agung Jawa Tengah. “Setelah pasar darurat jadi, pedagang mulai pindah, kita berikan,” imbuhnya.
Adapun skema kedua dengan program Kredit Usaha Produktif khusus pedagang Pasar Johar. Bank Jateng akan memberikan kredit antara Rp3 juta dan Rp20 juta per pedagang. Kredit ini menggunakan bunga ringan sehingga tidak memberatkan pedagang.
Sedangkan skema ketiga ialah kredit untuk pedagang besar. Karena level usahanya, tentu saja mereka membutuhkan modal yang lebih dari Rp20 juta.
“Khusus yang membutuhkan modal lebih besar, bisa mengajukan ke Bank Jateng sendiri. Akan dibantu dengan beberapa kemudahan,” kata Ganjar.
Gubernur berharap, tiga skema bantuan ini bisa meringankan beban pedagang Pasar Johar. Pemprov juga akan memberikan pendampingan agar pedagang bisa berjualan lagi dengan nyaman.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















