Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI dan Polri mengutamakan pencegahan dalam penanganan masalah terorisme, sehingga perlu dukungan data-data intelijen.
“Dalam penanganan terorisme, utamakan pencegahan, jangan sampai sudah kejadian baru penanganan,” kata Jokowi, di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) Jakarta, Selasa (3/3).
Presiden menyebutkan dengan mengutamakan pencegahan, maka perlu dukungan peran intelijen seperti pencarian data dan informasi di lapangan.
Jokowi menyebutkan, berbagai tantangan yang dihadapi TNI-Polri ada di bidang politik, keamanan dan ekonomi.
“Perlu dijaga stabilitas keamanan agar target pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur dapat dicapai. Itu garis besar yang saya sampaikan di rapim,” ujarnya.
Diingatkan, terorisme masih akan menjadi ancaman tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia.
Artikel ini ditulis oleh:

















