Malang, Aktual.co — Jelang Pilkada Kabupaten Malang, suasana politik terbilang sudah mulai memanas. Beberapa partai seperti PDI Perjuangan sudah membuka daftar calon Bupati yang akan maju untuk bertarung dalam kontestasi memperebutkan kursi jabatan Bupati.
Tak hanya itu, lembaga survei sudah bermunculan untuk memotret suasana pra Pilkada Kabupaten Malang. Tiga lembaga survei yang sudah hadir masing-masing Kualita Prima Indonesia, Last Minute dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) masih menempatkan nama Rendra Kresna sebagai calon yang elektabilitasnya paling tinggi diantara calon lainnya.
Pria yang menjabat Bupati Malang itu, dari ketiga survei tersebut elektabilitasnya masih jauh dibanding bakal ‘musuhnya’ yakni pada angka 40 persen.
Pengamat Politik Universitas Brawijaya, Anang Sudjoko, mengatakan, sosok Rendra yang masih di posisi atas ini dikarenakan tingkat popularitasnya yang tinggi. Sebagai Bupati Rendra terbilang piawai memanfaatkan media sebagai upaya pencitraannya.
“Saya melihat ada kegamangan dari partai lain yang masih belum memunculkan satu nama, padahal Pilkada sebentar lagi dimulai,” kata Anang Sudjoko, Selas (3/3) di Malang, Jawa Timur.
Ia memprediksi akan ada tiga kekuatan besar yang mendominasi di Kabupaten Malang. Yakni Partai Golkar selaku kendaraan Politik Rendra Kresna, PDI Perjuangan partai pemenang pemilu legislatif di Kabupaten Malang, serta partai Gerindra yang saat ini suaranya sangat signifikan.
“Ada tiga kekuatan yang besar, saat ini Gerindra masih bingung, dia merapat ke partai lain atau mengajukan calon sendiri dengan menggandeng partai lain,” paparnya.
Kisruh antara KIH dan KMP di pusat, kata dia, akan berpengaruh terhadap kemungkinan koalisi antara Gerindra dan PDI Perjuangan. Menurutnya, kecil kemungkinan Gerindra dan PDI Perjuangan akan bersatu dalam Pilkada Kabupaten Malang.
“Kita lihat nanti, karena politik itu dinamis, bisa jadi mereka merapat, atau malah sebaliknya,” terang Anang.
Sementara itu, Sekertaris DPD Golkar Kabupaten Malang, Ahmad Andy, mengatakan, guna memuluskan langkah Rendra untuk kembali menjadi Bupati, Golkar sudah merangkul beberapa partai untuk diajak koalisi.
“PKB, PPP , PKS dan Nasdem kabarnya sudah siap merapat, semua tinggal menunggu keputusan,” kata Andy.
Kisruh dualisme di tubuh partai pohon beringin juga tidak berpengaruh terhadap pencalonan Rendra Kresna. “Baik kubu pak Agung maupun pak Aburizal sudah sepakat agar Pak Rendra maju kembali. Rekomendasi untuk pilkada ada di Provinsi bukan pusat,” tegas dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















