Jakarta, Aktual.co — Diplomat puncak Amerika Serikat, John Kerry, Senin (2/3) WIB, tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan sulit dengan Iran dan Ukraina serta mendorong Menteri Luar Negeri Moskow memastikan penyelidikan “mumpuni” atas penembakan pemimpin oposisi Boris Nemtsov.

Kurang dari sepekan setelah menuduh pejabat Rusia berbohong “langsung di hadapan saya” tentang kemelut di Ukraina timur, Kerry pada Senin pagi waktu setempat, siap melakukan pembicaraan tegang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Ia juga akan meningkatkan laju perundingan nuklir dengan diplomat tinggi Iran Mohammad Javad Zarif melalui serangkaian pertemuan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari untuk menyepakati kesepakatan politik dengan batas waktu 31 Maret.

Penembakan Nemtsov, seorang kritikus tajam Presiden Rusia Vladimir Putin, telah memicu kecaman internasional dan seruan untuk penyelidikan independen terhadap pembunuhan itu.

Kerry mengatakan kepada televisi ABC sebelum berangkat ke Jenewa bahwa perlu penyelidikan yang “menyeluruh, transparan dan nyata bukan hanya pada yang benar-benar melepaskan tembakan, tapi siapa, kalau ada mungkin yang telah memerintahkan, atau mendalangi hal ini”.

Amerika Serikat “sangat sedih mendengar pembunuhan itu dan kami berharap pihak berwenang akan bergabung dengan dunia dalam mewujudkan suatu penyelidikan yang kredibel dan transparan yang diperlukan”.

Putin mengatakan ia secara pribadi akan mengawasi penyelidikan itu dan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberikan pengarahan kepada wartawan yang bepergian dengan Kerry menolak untuk mengatakan apakah Washington percaya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memimpin penyelidikan itu.

Penyelidikan itu “harus bisa diterima oleh baik warga Rusia dan internasional,” tegas seorang pejabat, dikutip AFP.

Upaya menerapkan gencatan senjata yang compang-camping di Ukraina juga akan menjadi agenda pembicaraan Senin pagi antara Kerry dan Lavrov.

Meskipun ada penurunan jumlah pelanggaran gencatan senjata yang dilaksanakan pada 15 Februari antara Rusia, Ukraina dan pemberontak pro-Moskow di bagian timur “terlalu dini untuk mengatakan jika kita berada di jalan keluar,” kata Departemen Luar Negeri.

“Pada titik ini penarikan lebih lanjut senjata beratlah yang diinginkan. Ada pelanggaran lanjutan dari perjanjian yang juga kita catat,” katanya.

Kerry akan menekankan lagi kepada Lavrov bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa sedang mendiskusikan langkah-langkah tambahan untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut jika Moskow menolak mematuhi gencatan senjata.

Artikel ini ditulis oleh: