Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat menanggapi rencana pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) dalam meningkatkan kapasitas pembangkit 35 ribu mega watt dalam lima tahun.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan pemerintah harus sanggup untuk mewujudkan 35 ribu megawatt.
“Kalau jawaban singkatnya harus sanggup. Kalau kita melihat spektrum energi ini kan luas sekali, minyak, gas bumi dan minerba, dan kita bicara secara spesifik menyangkut masalah listrik, apalagi kita belum membicarakan energi terbarukan,” kata Setya, di Jakarta, Minggu (1/3).
Dia berpandangan, saat ini listrik menjadi salah satu energi yang sangat penting, khususnya dalam membangkitkan pertumbuhan perekonomian di negara ini.
“Jadi esensinya adalah tidak ada pembangunan, tidak ada kemajuan tanpa energi, khususnya listrik. Karena tidak ada ceritanya dalam mengendalikan ekonomi tdak ada kontribusinya energi listrik,” kata politisi Partai Golkar itu.
Namun demikian, yang menjadi masalah adalah bagaimana pemerintah dalam mencukupi kebutuhan rasio elektrifikasi nasional di setiap daerah.
“Kalau kita (komisi VII) tanya pemerintah atau PLN paling tidak dia mengatakan sudah 80 persen lebih secara nasional. Tetapi begitu kita pergi satu daerah tertentu, ternyata ada yang belum,”
“Pertanyaannya adalah apakah ini bagian dari 20 persen yang belum atau sisa dari elektrifikasi tadi, atau bagaimana mereka dalam menghitung rasio tersebut,” tandasnya.
Untuk diketahui, peningkatan kapasitas pembangkit 35 ribu mega watt dalam lima tahun dalam rangka mengatasi krisis listrik yang terjadi disejumlah daerah di Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















