Jakarta, Aktual.co — Keberadaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dinilai penting dalam mempromosikan kesehatan gigi bagi siswa di sekolah karena belakangan ditemukan bahwa sakit gigi memicu anak tidak masuk sekolah, kata drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc.
“UKS sangat penting kehadirannya untuk mengurangi anak yang sikat giginya tidak benar. Sebaliknya UKS memicu angka kehadiran anak ke sekolah karena lebih sehat,” kata Mirah di Jakarta, Rabu (25/2).
Menurut dia, sekolah menjadi lingkungan yang tepat untuk anak memulai kebiasaan baik.
“Melalui UKS dan unit kesehatan gigi sekolah yang berperan aktif diyakini mampu mengedukasi anak-anak akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” kata dia.
Senada, Holil, pembina UKS SDN 11 Kebon Jeruk, Jakarta mengatakan edukasi dan praktek menjaga kebersihan gigi yang dilakukan para Pembina UKS dan dokter kecil dapat mencegah terjadinya kerusakan gigi lebih parah yang berakibat pada kegiatan belajar dan prestasi anak.
Sebelumnya, Pepsodent-Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia merilis hasil penelitian tentang pengaruh gigi berlubang terhadap absennya anak sekolah rata-rata tiga hari atau satu hari lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang memiliki gigi tidak berlubang. Hal ini menunjukkan peran UKS semakin dibutuhkan.
Membandingkan data di beberapa negara mengenai sakit gigi dan ketidakhadiran anak di sekolah ditemukan fakta di Filipina sakit gigi merupakan alasan yang paling umum penyebab ketidak hadiran anak di sekolah.
Sementara itu, di Thailand diketahui 1.900 jam hilang per seribu anak dikarenakan masalah gigi dan penanganan gigi mereka (data tahun 2008).
Selain itu, di Sri Lanka pada tahun 2005 didapatkan 53 persen anak usia 6 tahun dilaporkan pernah mengalami gangguan kesehatan mulut dalam hidupnya (Beaglehole et al 2009).
Sedangkan untuk negara maju seperti USA diketahui lebih dari 51 juta jam waktu sekolah hilang setiap tahunnya dikarenakan gangguan kesehatan gigi.
Artikel ini ditulis oleh:














