Jakarta, Aktual.co — Gagasan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dinilai harus diikuti dengan pertahanan kedaulatan maritim yang kuat di dalam negeri.
Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie mengaku sepakat bila bicara pertahanan kemaritiman maka pemerintah harus memperkuat baik dari matra Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, sehingga dibutuhkan alutsista yang memadai.
“Hari ini kalau pak Jokowi menetapkan kita sebagai poros maritim dunia otomatis angkatan laut dan udara akan lebih besar dari darat,” ucap Connie, di Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Dia tidak menampik bila masyarakat selama ini berfikir jika pemerintah lebih memperkuat angakatan darat dibandingkan dengan dua matra angakatan TNI lainnya. Pun demikian, Connie menjelaskan, kenapa angkatan darat yang diperkuat, musti diingat untuk sejarah negara dengan tentara yang terbatas dari anggarannya dan teknologinya, sehingga kekuatan manusiannya yang harus diperkuat.
“Kalau angkatan darat adalah orang yang dipersenjatai, sedangkan angkatan udara ataupun laut adalah alutsista yang diawaki. Sehingga kita butuh kapal perang, induk, punya pesawat tempurnya, drone-nya, lalu kita mengisi orang untuk masuk ke situ (alutsista),” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















