Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan peningkatan investasi yang masuk akan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang melambat.
Kendati mengalami perlambatan, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis, dalam dialog bertema “Menjadikan Investasi sebagai Penggerak Ekonomi di Tengah Perlambatan” di Jakarta, Selasa (12/5), mengatakan realisasi investasi sepanjang triwulan I 2015 justru meningkat.
“Yang menarik itu, investasi naik, tapi pertumbuhan ekonomi kita turun. Kalau saja investasi ini turun, ekonomi kita bisa lebih turun (jatuh) lagi. Maka salah satu cara agar ekonomi bisa tumbuh yaitu dengan meningkatkan investasi,” katanya.
Azhar menuturkan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia bersumber dari sejumlah sektor yaitu konsumsi, penyerapan anggaran dan investasi. Namun, porsi investasi dalam pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 14-15 persen dari total pembentukan modal tetap bruto (PMBT). Sehingga, menurut dia, meski ada peningkatan investasi, dampaknya tak besar karena masih ada faktor lain yang mempengaruhi.
“Sejauh ini kinerja investasi di triwulan I 2015 tetap positif di tengah perlambatan ekonomi. Permasalahannya kemudian, adalah bagaimana menjadikan kinerja positif investasi berdampak lebih besar menggerakkan perekonomian sehingga pertumbuhan dapat dipacu lebih tinggi. Karena itu kami terus berupaya memperbaiki berbagai aspek terkait iklim investasi,” katanya.
Naik 16,9 persen BKPM sendiri mencatat realisasi investasi hingga triwulan I 2015 sebesar Rp124,6 triliun, naik 16,9 persen bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2014 sebesar Rp106,6 triliun. Realisasi investasi pada triwulan I 2015 bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2014 sebesar Rp120,4 triliun.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2015 hanya mencapai 4,71 persen. Angka tersebut melambat dibandingkan kuartal I 2014. Sebesar 5,14 persen.
Pada kesempatan yang sama, pengamat ekonomi Universitas Atmajaya A. Prasetyantoko menilai meski investasi langsung yang masuk melalui BKPM mengalami peningkatan, situasi saat ini memang menyulitkan Indonesia untuk bisa tumbuh.”Investasi langsung sebenarnya naik, tetapi sayangnya situasi yang lainnya jelek, ekspor kita turun, komoditas turun,” katanya.
Namun, investasi yang masuk perlu dijaga agar bisa menjadi penyangga perlambatan ekonomi yang terjadi secara signifikan. “Apa yang dilakukan salah satunya adalah mendorong agar investasi yang masuk bisa disesuaikan dengan kondisi Indonesia, yaitu untuk mendorong sektor manufaktur,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: