Jakarta, Aktual.co — Sekjen Amanah Indonesia Raya, Kusnawan, menilai pertarungan para calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan semakin panas. 
Saat ini posisi Hatta sebagai ketua umum PAN, diserang oleh kubu Zulkifli yang mengusung isu perubahan. Menurut kusnawan, posisi Hatta sebenarnya masih di atas angin karena ide perubahan yang diusung Zulkifli belum konkret.
“Zulkifli butuh terobosan baru yang benar-benar tampil luar biasa jika ingin bertarung dengan Hatta,” ujar Kusnawan di Jakarta, sabtu(21/2).
Dia menilai ide Zulkifli soal perubahan masih kurang jelas, dan kemungkinan malah bisa dipahami sebagai upaya membawa PAN keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) demi bergabung dengan partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
“Jargon perubahan itu bisa jadi akan ditafsirkan untuk membawa PAN keluar dari KMP,” kata Kusnawan
Kusnawan, melanjutkan, apabila ukurannya adalah ketokohan, maka cukup berat bagi Zulkifli untuk bersaing dengan Hatta yang dikenal sebagai politikus dan komunikator ulung yang sangat pengalaman di birokrasi.
“Masyarakat menilainya beliau (Hatta) seorang negarawan, bagaimana beliau tujukan pada saat pilpres,” ucapnya. 
Dari sisi prestasi, PAN di bawah Hatta juga dianggap mampu mendulang suara secara signifikan pada Pemilu Legislatif 2014 lalu dibandingkan pada 2009 saat masih dipimpin Soetrisno Bachir.
“Hampir tidak ada cela bagi Hatta. Namun yang pasti, jika benar Zulkifli ingin membawa perubahan dengan mengeluarkan PAN dari KMP, 67 juta rakyat yang memilih Prabowo-Hatta pada Pilpres kemarin akan marah besar dan imbasnya tentunya kepada suara PAN 2019 ,” kata Kusnawan.
Dia juga menilai  bisa saja Zulkifli membawa PAN keluar dari KMP, karena yang dihadapi adalah Hatta sebagai petahanan sekaligus inisiator lahirnya KMP sebagai koalisi partai penyeimbang pemerintahan.
“Dengan tagline perubahan yang diusung, ada semacam sinyal bahwa Zulkifli akan melakukan perubahan besar dalam PAN,” demikian Kusnawan.

Artikel ini ditulis oleh: