Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perhubungan menjadi instansi yang paling sibuk dalam menangani kekacauan jadwal Lion Air. Meskipun belum terlihat sesigap saat merespons insiden jatuhnya pesawat AirAsia akhir Desember lalu, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan juga turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi.
Namun demikian, Jonan di lapangan terlihat ciut nyalinya dan sangat lembek dalam mengatasi kisruh penerbangan Lion Air. Menhub yang selama ini cepat tanggap dalam mengambil keputusan dan tindakan, tak bisa berbuat banyak untuk membantu ribuan penumpang yang merasa kecewa dan dirugikan atas keterlambatan (delay) hebat Lion Air.
Ditemui di acara MoU dengan Mabes TNI, Mantan Dirut KAI itu menerangkan, jika ada maskapai yang mempunyai pelayanan buruk, pihaknya tak bisa memberikan sanksi secara tegas. Menurut Jonan, standar pelayanan sudah masuk dalam ketentuan yang harus dipenuhi oleh setiap Maskapai sebelum mengudara.
“Namun, bila ada standar pelayanan itu melanggar, kita temukan ya kita kenakan sanksi, kenakan denda, Surat peringatan. Jadi kebanyakan lebih kepada denda kalau kayak pelayanan, hospitality,” kata Jonan di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/2).
Sikap tidak tegas, seperti itu sangat bertolak belakang saat Jonan melakukan sidak ke kantor pusat Indonesia AirAsia di daerah Cengkareng, Tangerang, Banten. Di sana, Jonan marah besar karena AirAsia tidak mematuhi beberapa prosedur. Menteri Jonan mempersoalkan sikap Air Asia yang tak menggelar briefing langsung bagi pilot terkait informasi cuaca penerbangan.
Kala itu, Staf Khusus Menhub Hadi M Djuraid yang ikut dalam sidak tersebut, saat ditanya soal brefing cuaca oleh Jonan, salah satu Direktur AirAsia menganggap, bahwa briefing pilot sebelum penerbangan sebagai cara tradisional alias kuno.
“Kalau ada aturan seperti itu, Anda harus patuhi. Kalau tidak patuh, saya bisa cabut izin Anda,” tegas Hadi menirukan suara Jonan yang saat itu memarahi salah satu Direktur AirAsia, saat sidak Bulan Januari lalu.
Sekarang masyarakat Indonesia, masih menunggu sikap tegas Jonan kepada Lion Air agar kejadian delay tak terulang di kemudian hari. Mungkin saja Jonan takut mengambil tindakan karena CEO Lion Air Itu anggota Wantimpres.
Artikel ini ditulis oleh:
















