Jakarta, Aktual.co — Anda sebagai orang tua, khususnya ayah atau baru menjadi seorang ayah baru sangat bijak membaca artikel berikut ini . Kami hadirkan peran Ayah dalam keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak.
Tugas ayah sangat berat, karena menentukan tujuan dan arah keluarga. Selain itu, juga menyediakan keuangan, makan, pakaian, rumah dan isinya.
Disamping itu, ayah juga membimbing anak dan istri. membuat kebijakan dan peraturan, dan menentukan standar keberhasilan. Terakhir, ayah juga enyediakan training dan pemantauan, menyediakan perawatan dari harta dan benda, melakukan pengontrolan, dan mendelegasikan tanggung jawab serta tugas.
Sementara itu, jika seorang ayah rajin membangun dialog dengan anaknya, maka anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur orang lain, mempunyai harga diri yang tinggi, prestasi akademis di atas rata-rata, dan lebih pandai bergaul
Namun demikian, bila waktu untuk dialog dan bercengkrama dengan anak kurang, maka akibatnya akan fatal. Bila anak tersebut perempuan, maka cenderung mudah jatuh cinta dan menyerahkan diri, 7-8 kali lebih mungkin memiliki anak di luar pernikahan, cenderung suka lelaki lebih tua, cenderung lebih mungkin menjadi ‘single mom’. Kasus di atas berlaku untuk anak perempuan dari latar belakang sosial ekonomi apapun. 
Tapi, jika anak Anda laki-laki maka, akan lebih sering terlibat pornografi, narkoba, tindak criminal, cenderung ‘sexually active’ di usia yang lebih muda, cenderung menemui kesulitan mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan di masa dewasa.
Dan, lebih parah lagi yang akan terjadi anak akan lebih rentan terhadap ‘peer pressure’, dan ‘Broken homes’ mengkontribusikan 3 dari 4 kasus bunuh diri pada remaja dan 4 dari 5 pasien Rumah Sakit Jiwa.
Kalau ternyata Ayah dalam keluarga sudah harus ‘tiada’, maka kuatkan anak dengan ‘high quality positive parenting’ dan hubungan keluarga lainnya. Bila ayah sudah bercerai dengan ibu, maka pertemuan dengan ayah harus maksimal, membahagiakan anak secara psikologis bukan hanya fisikal.
Sebagai keluarga Muslim, Anda dapat membuat visi pengasuhan bersama Ibu. Visi membuat Ayah dan Ibu lebih mudah mengayuh bahtera keluarga bersama-sama. Anda bisa mengambil keteladanan dari keluarga Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 35-37) atau keluarga Imran (QS. Ali Imran: 35). Agar menjadi hamba Allah yang taat.
Mari kita perbaiki pola pengasuhan selama ini jika masih dinilai kurang baik dengan cara sebagai berikut: 1. Anak perlu divalidasi dengan 3P: “Penerimaan, Penghargaan, Pujian”.2. Tentukan tujuan pengasuhan3. Bedakan pola pengasuhan anak laki-laki dan perempuan, sebab otak mereka berbeda4. Tugas dan tanggung jawab mereka berbeda5. Tujuan pengasuhannya berbeda6. Anak laki-laki sasaran tembak bisnis pornografi dan narkoba.
Penting sekali hubungan baik antara Ayah dengan anak, tak hanya meluangkan ‘waktu lebih’, tapi kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Juga tidak hanya terlibat secara fisik, tapi melakukan ‘authoritative parenting’.  (Dikutip dari berbagai sumber). 

Artikel ini ditulis oleh: