Jakarta, aktual.com – Massa aksi Aliansi mahasiswa tolak vaksin Booster dibubarkan oleh pihak kepolisian, pada Jumat (25/3).
Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Tolak Vaksin Booster, Ali Loilatu menceritakan kronologi pembubaran massa aksi tersebut.
Ia mengatakan bahwa pada saat itu, massa aksi ingin menyampaikan aspirasinya di depan gedung Istana akan tetapi sudah diblokade oleh pihak kepolisian dan dibubarkan.
“Pertama kita di istana, kita dibubarkan oleh pihak kepolisian karena menurut mereka kami menganggu aktivitas yang sedang berlangsung di istana,” ungkapnya saat dihubungi aktual.com.
Selanjutnya, Massa aksi tersebut berpindah dari gedung Istana menuju Patung Kuda akan tetapi pihak kepolisian kembali dibubarkan.
“Dari istana presiden kami menuju ke patung kuda kemudian kami dihalau lagi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa terdapat kontradiksi antara pernyataan Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin dengan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan yang mengatakan bahwa vaksin dua sudah cukup menjadi syarat untuk melakukan perjalanan terutama mudik.
“Pertama terkait statment wapres yang diwajibkan persyaratan mudik lebaran wajib booster, akan tetapi ada kondraksi dengan luhut yang membolehkan dua vaksin, menurut kami dua statment tidak sejalan, seharusnya ada kesepatakan,” ungkapnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain















