Jakarta, Aktual.co — Sekjen Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB), Bob Hasan mengatakan bahwa tim independen (Tim 9) yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk memberi masukan terkait polemik Polri dan KPK adalah ilegal.
Menurutnya, tim 9 hanya ‘numpang beken’ dengan memberikan rekomendasi kepada Presiden dan disampaikan ke media.
“Mereka takut nggak dikenal oleh masyarakat, makanya mereka selalu memberikan masukan kepada media bukan kepada Presiden,” kata Bob dalam rilis yang diterima Aktual.co, Jakarta, Rabu (18/2).
Sedangkan Watimpres saja, sambung Bob, yang sudah jelas-jelas ada SK dan dilantik di Istana Negara, pada saat memberikan nasehat dan pandangan langsung kepada Presiden, sama sekali tidak berkoar-koar ke media.
“Tim 9 adalah ilegal. Kami memandang tujuannya adalah menghancurkan konstitusi dan tatanan negara,” ujarnya.
Menurutnya, jika tim 9 terbukti ilegal dan mempunyai tujuan untuk menghancurkan NKRI, maka Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT) sesuai namanya akan menjadi garda terdepan untuk mengusir tim 9 ilegal itu.
“Mereka banyak ngomong ke media tapi tidak memiliki kapasitas yang jelas. Hal ini sangat mengacaukan tatanan negara dan memperkeruh keadaan yang sebenarnya sudah stabil dengan dikabulkannya gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan (BG),” tegasnya.
Sebab, Bob menambahkan, putusan pengadilan adalah putusan final dan pengadilan adalah tempat di mana rakyat mencari keadilan terakhir. “Tim 9 ilegal bilang tidak usah pedulikan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dan BG tetap tidak boleh dilantik, ini kan percobaan penghancuran terhadap NKRI,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















