Jakarta, Aktual.co — Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyandang status tersangka, Abraham Samad dan Bambang Wijojanto resmi diberhentikan sementara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (18/2).
Sebagai gantinya, Jokowi langsung menetapkan tiga tokoh untuk diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) komisioner KPK. Ketiganya yakni Indrayanto Seno Adji, Johan Budi Sapto Pribowo serta Taufiqqurahman Ruki.
Menanggapi hal itu, salah satu anggota Tim Independen atau dikenal dengan Tim Sembilan, Imam Prasodjo menilai bahwa keputusan yang diambil Presiden sangat tepat. Menurutnya, jika tidak lakukan sekarang malah nama baik Jokowi yang dipertaruhkan.
“Alhamdulilah baru saja kita dengar ada keputusan, jangan ditunda terlalu lama. Kalau hal itu terjadi maka akan menciptakanketidakpastian dan pada saat yang sama wibawa Presiden itu akan runtuh,” papar Imam, di gedung KPK, Rabu (18/2).
Selain itu, Imam juga mengometari perihal nama Johan Budi dan Taufiqqurahman Ruki. Dia mengatakan bahwa keduanya punya rekam jejak yang bagus dalam pemberantasan korupsi di tanah air.
Seperti diketahui, Johan saat ini tengah menjabat sebagai Deputi Pencegahan KPK. Sedangkan Taufiqqurahman adalah mantan Ketua KPK di periode pertama saat didirikan. Indriyanto sendiri adalah pakar hukum dari Universitas Indonesia.
“Saya nggak bisa komen terlalu banyak terkait rekam jejaknya (Indriyanto Seno Adji). Saya tidak tahu seberapa jauh dia punya komitmen pemberantasan korupsi. Tapi yang jelas kalau pak Johan dan pak Taufiqqurahman itu kita sudah kenal dan mudah-mudahan dia bisa menhjalankan fungsinya dengan lebih baik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby