Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan tidak ingin mempermasalahkan adanya kader partai politik yang berkonflik ikut mendaftar di partainya.
“Tidak masalah, namanya saja pendaftaran terbuka yah, siapapun boleh ikut. Kan kita punya acuan dan syarat-syarat khusus siapa yang akan dipilih,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel, Dan Pongtasik di Makassar, Senin (11/5).
Dia mengatakan, partainya dalam membuka pendaftaran dan menjaring para pelamar tidak pernah melihat atau membedakan pendaftaranya satu sama lain.
Partai bentukan Megawati Soekarno Putri ini lebih memilih popularitas dan elektabilitas seorang figur ketimbang harus melihat kisruh partai politik seorang pendaftar.
“Kami tidak mau masuk dalam konflik dua partai politik (PPP dan Golkar) saat menjaring kandidat. Kami mengusung figur dengan melihat sikap dan popularitasnya. Kami tidak mau melihat benderanya,” terangnya.
Hal serupa diutarakan Badan Pemilihan Umum (Bappilu) PDI Perjuangan Sulsel, Iqbal Arifin. Dia menyebutkan, di Pilkada nanti masyarakat tidak lagi melihat warna bendera kandidat.
Melainkan bagaimana seorang kandidat itu mampu memberikan kepercayaan kepada pemilih bisa membangun daerah dan mensejahterakan masyarakatnya.
“Kami fokus di popularitas dan elektabilitas kandidat. Soal kisruh, kami menyerahkan ke DPP. Apalagi memang masih ada tahapan di DPP sebelum menentukan usungan,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















