Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (16/2) bergerak melemah menjadi Rp 12.775 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin pada 12.762. Demikian seperti dikutip dari data indikasi kurs TT Bank Mandiri.
Menurut Analis NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada, harapan atas masih berlanjutnya kenaikan Rupiah digagalkan oleh adanya sentimen dari pelaksanaan pertemuan antara Yunani dan para kreditor internasional. Sentimen tersebut tentu saja memberikan tekanan pada laju Euro sehingga berimbas pada pelemahan laju Rupiah.
“Di sisi lain, banyaknya ekspektasi bahwa BI rate diturunkan turut membuat minat pelaku pasar terhadap Rupiah berkurang. Apalagi BI terlihat tidak terlalu khawatir jika terjadi outflow dan Wapres JK juga mengatakan pelemahan Rupiah saat ini masih wajar dan belum mengkhawatirkan,” ujarnya.
Pada Rabu (18/2) Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.750, yakni Rp12.765-12.746 (kurs tengah BI). Menurutnya, harapan akan terparesiasinya Rupiah kembali sirna dengan adanya berbagai sentimen yang menghambat kenaikan tersebut.
“Meski masih berharap pelemahan dapat lebih terbatas dan adanya peluang pembalikan arah naik namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan,” pungkasnya.
Masih dari data kurs TT Bank Mandiri, berikut kurs nilai tukar Rupiah terhadap beberapa mata uang asing lainnya.
USD/IDR 12775/12830
EUR/IDR 14560/14646
AUD/IDR 9968/9937
JPY/IDR 107.07/107.75
GBP/IDR 19604/19710
SGD/IDR 9400/9472
EUR/USD 1.1390/1.1413
AUD/USD 0.7800/0.7825
USD/JPY 119.13/119.37
USD/SGD 1.3550/1.3580
Artikel ini ditulis oleh:
















