Makasar, Aktual.co — Propinsi Sulawesi Selatan akan memiliki dua pabrik pengolahan rumput laut. Hal ini terungkap saat kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (11/5). Dalam kunjungan ini, pihak kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan akan memusatkan dua pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Sulawesi Selatan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, kelak pabrik ini akan mengolah bahan baku rumput laut menjadi chips dan karangenan atau tepung agar-agar. “Ini masuk dalam program hilirisasi industri yang dikembangkan KKP dengan membangun 10 pabrik di kota-kota dengan sentra rumput laut,” katanya.
Susi mengatakan, untuk merealisasikan hal tersebut, tidak tanggung-tanggung disiapkan anggaran senilai Rp 10 triliun untuk mewujudkan program ini. Susi mengaku hadirnya pabrik pengolahan akan membuat ketahanan bahan baku dalam negeri lebih berdaya saing.
“Anggaran sudah kita ajukan. Di Sulsel kita bisa bangun dua pabrik karena disini salah satu Provinsi yang punya kontribusi besar untuk komoditi rumput laut,” jelas Susi disela-sela peluncuran program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) di Pelabuhan Boddia, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar.
Susi menambahkan bahwa tahun ini KKP di bawah komandonya fokus dalam menggiatkan pemberdayaan sektor kemaritiman, baik melalui budidaya, teknologi tangkap, dan pabrik-pabrik pengolahan.
Oleh karenanya kata dia, dukungan pemerintah melalui APBN sangat dibutuhkan sesuai program prioritas ketahanan ekonomi nasional melalui kemaritiman dan kelautan.
“Saya sudah ajukan anggaran Rp 30 triliun untuk nelayan Indonesia berikut program didalamnya. Ini mutlak harus dipenuhi pemerintah,” tambah Susi.

Artikel ini ditulis oleh: