Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pelukis mancanegara menunjukkan minat yang tinggi untuk menggelar pameran di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, karena daerah itu inspiratif dan menguatkan kebanggaan mereka berkarya seni, kata Koordinator Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI), Umar Chusaeni.
“Besok Kamis (19/2) akan ada pelukis dari Vietnam yang berpameran tunggal, sudah mengontak juga dari Kanada dan Jepang, tapi kami masih mengatur waktunya,” kata Umar yang juga pengelola Limanjawi Art House Borobudur Kabupaten Magelang itu, di Borobudur, Selasa (12/2).
Ia mengatakan sejak beberapa waktu terakhir hingga saat ini, kecenderungan pelukis dari luar negeri untuk berpameran karya mereka di sekitar Candi Borobudur semakin tinggi.
Candi Borobudur, katanya, sebagai pusat seni dan budaya yang bukan hanya memberikan inspirasi untuk masyarakat lokal dan nasional, melainkan untuk masyarakat dunia
“Karena menyimpan nilai-nilai kemanusiaan yang universal,” katanya.
Ia menyebut terjadi antrean para pelukis berasal dari sejumlah negara yang ingin berpameran di kawasan setempat, termasuk di Limanjawi Art House di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, sekitar 600 meter timur Candi Borobudur yang dikelolanya.
“Ada kebanggaan tersendiri jika pelukis menggelar pameran di Borobudur. Ada energi positif, ada spiritualitas Borobudur,” kata Umar yang juga pengurus Forum Tata Kelola Pariwisata Borobudur itu.
Ia mengatakan Candi Borobudur memberikan kekuatan nilai positif atas berbagai karya yang dipamerkan oleh sang pelukis.
Seorang pelukis Vietnam Nguyen Ngoc Dan akan menggelar pameran tunggal bertajuk “Desolution” di Limanjawi Art House Borobudur pada 19 Februari-12 Maret 2014. Pembukaan pameran yang antara lain ditandai dengan performa seni itu, oleh seorang pecinta seni di Kota Magelang Haris Kertaraharja.
Sekitar 25 karya Ngoc Dan yang akan dipamerkan, antara lain berjudul “Road Back”, “Bloom is Flowing”, “Hidden Place”, “Night before Celebration”, dan “Out of The Door”.
“Karya-karyanya tentang kesendirian. Menggali dan merenungkan kehidupan untuk menemukan sesuatu yang bermakna dan inpiratif,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















