Sidrap, Sulawesi Selatan, Aktual.com – Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry menyatakan menentang festival waria yang dipadukan dengan khataman Al-Quran yang akan dilaksanakan di Sidrap. Menurutnya hal ini bertentangan dan melecehkan ajaran Islam.
“Festival waria ini tentu sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Apapun yang membungkus kegiatan itu termasuk yang kedengarannya hal baik seperti khatam Alquran dan lainnya itu tidak baik,” ujar Muammar Bakry saat di konfirmasi, Senin (6/6).
Untuk diketahui, sebelumnya telah heboh beredar surat izin acara tasyakuran rumah dan khatam Alquran yang dirangkaikan dengan fashion show waria di Sidrap, Sulsel.
Muammar berharap kegiatan festival waria atau semacamnya itu jangan dijadikan hiburan. “Janganlah dijadikan ajang untuk pesta. Ini memang perlu diberikan pencerahan ke masyarakat kita,” bebernya.
Pemerintah Daerah Sidrap sendiri langsung membuat klarifikasi dan mengatakan ada kekeliruan pemberian izin dari kelurahan dan meminta segera dibatalkan.
Pihak kepolisian juga menegaskan telah melarang acara festival waria itu digelar. Alasan polisi melarang festival itu lantaran belum mengantongi izin keramaian dan dianggap rawan menimbulkan masalah
“Saya sudah sampaikan ke pak Camat dan lurah Kalau acara syukuran dan khatam Al-Qur’an tidak masalah silahkan digelar. Tapi kalau acara waria begini tidak boleh, karena itu rawan,” ungkap Kapolsek Dua Pitue Iptu Bahri dalam keterangannya, Minggu (5/6).
Muammar mengaku bahwa pihaknya akan sangat mendukung upaya Pemda dan aparat setempat untuk membatalkan festival waria ini. Sebab, menurutnya kegiatan seperti itu tidak bisa dicampurkan antara yang hak dengan yang batil. Apalagi Alquran yang dijadikan tameng.
Artikel ini ditulis oleh:
Dede Eka Nurdiansyah












