Jakarta, Aktual.co — Dirut Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi, mengakui Bandara Soekarno-Hatta belum memenuhi standar yang baik sebagai bandara internasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja oleh Komisi V DPR RI.
“Kami mengerti bahwa bandara Soekarno-Hatta belum memenuhi standar yg baik, dari itu kita akan memenuhi permintaan anggota dewan,” ujar Budi, di kantor Angkasa Pura, Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (17/2).
Budi menyebut kunjungan ini adalah sebuah atensi dari anggota dewan. Pihaknya mengaku belum berencana menambah fasilitas lain. “yang lain-lain belum komoditif, yang penting dari itu masalah keselamatan,” katanya.
Pertanyaan DPR mengenai peraturan apa saja yang belum terlindungi merupakan respon baik antara aparat dan regulator. Oleh karenanya, pihak Angkasa Pura akan membenahi persoalan tersebut.
Diinformasikan, pengoperasian terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta akan dimulai tahun depan sebagai upaya pembenahan pelayanan.
Sebagai langkah jangka pendek pihaknya akan menertibkan calo, supir nakal, porter dan lain-lain di bandara dalam tiga bulan.
“Ada anggapan bandara kok kayak pasar, kami ngerti terminal 1 hanya kapasitas 22 juta orang sedangkan pengunjung 60 juta orang, jadi kami harus menertibkannya dalam 3 bulan.”
Artikel ini ditulis oleh:















