Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA,) Maria van Hoeven mengharapkan pemerintah Indonesia mereformasi anggaran dan alokasi subsidi agar dapat mencerminkan pasar global.

“Hal tersebut dilakukan dalam rencana pembangunan jangka panjang yang terintegrasi untuk infrastruktur gas alam,” kata Maria di Jakarta, Selasa (17/2).

Hal ini ia sampaikan dalam peluncuran buku “The 2015 In-Depth Review of Indonesia’s Energy Policies” (The 2nd IDR) bersama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Ia mengatakan selain pengembangan energi terbarukan, pemerintah Indonesia juga harus menitikberatkan peningkatan kepastian dan keberlangsungan sektor pertambangan batu bara dan pengembangan pasar gas alam domestik yang lebih transparan dan fleksibel.

“Selain itu, Indonesia juga diharapkan membentuk sebuah regulator independen untuk memantau dan mengkoordinasikan sektor hilir,” katanya.

IEA adalah organisasi antarpemerintah yang didirikan pada 1974 oleh negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Dengan jumlah anggota sebanyak 29 negara, IEA mempunyai 42 Implementing Agreements (IAs) yang menjadi kerangka kerja sama dengan negara-negara di luar anggota IEA.

Kementerian ESDM telah memiliki hubungan yang baik dengan IEA sejak 2006 dan telah mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh IEA antara lain loka karya, penerbitan publikasi, dan pertemuan tingkat tinggi. Selain itu, Kementerian ESDM dan IEA juga melaksanakan studi bersama terkait kebijakan untuk mereformasi subsidi bahan bakar fosil sehingga dapat menjadi media bertukarpandangan dengan negara-negara lain.

Artikel ini ditulis oleh: