Jakarta, Aktual.co — Jepang sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia, pada kuartal keempat 2014 mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Jepang dalam tiga bulan hingga Desember 2014 sebesar 2,2 persen. Hal tersebut di luar perkiraan banyak pihak sebesar 3,7 persen.
Ekonomi Jepang tumbuh sebesar 0,6 persen jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Padahal sebelumnya. pertumbuhan ekonomi Jepang tersebut diperkirakan sebesar 0,9 persen.
Pemulihan ekonomi Jepang belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, indeks harga konsumen tetap flat. Bahkan, setelah Perdana Menteri, Shinzo Abe menunda kenaikan kedua pajak penjualan yang dijadwalkan Oktober 2015.
Konsumsi swasta menyumbang sekitar 60 persen dari perekonomian, naik 0,3 persen pada kuartal keempat, kurang dari kenaikan 0,7 persen yang diperkirakan oleh para ekonom.
“Ekspor semakin kuat untuk pertumbuhan ekonomi, terdapat sekitar setengah dari ekspansi, sedangkan sisanya dari ekonomi masih relatif tenang” ujar ekonom senior Moody Analytiv, Glenn Levine, demikian dilansir BBCBusiness, Selasa (17/2).
Ekspor naik 2,7 persen pada kuartal keempat dibandingkan dengan kuartal ketiga, sementara impor naik 1,3 persen.
Artikel ini ditulis oleh:
















