Jakarta, Aktual.co —Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Maman Firmansyah dibuat gerah memasuki masa reses dewan yang dimulai hari ini, Senin (11/5).
Lantaran dia tahu saat ini sulit bagi dewan untuk memasukkan serapan aspirasi dari konstituen yang didapat selama reses menjadi pokok pikiran dewan (pokir). Hal itulah yang membuat Maman seperti bingung.
“Dilemanya, kalau reses ini dilaksanakan apa aspirasi ini bisa diakomodir? Jangan sampai saya dianggap tukang obat. Di lapangan berbusa ngomong sana-sini, mau nampung aspirasi tapi tidak diakomodir,” ujar Maman, Minggu (10/5).
Di satu sisi, kata dia, kalau kesempatan reses ini tidak digunakannya, dirinya bisa dapat kesan tidak bekerja atau bahkan ‘ketakutan’ menghadapi konstituennya. “Tapi buat apa saya takut, saya tidak pernah nakal kok saat reses,” klaimnya.
Padahal, ujar dia, reses merupakan kegiatan yang penting bagi dirinya sebagai anggota dewan. Karena bisa menjadi ajang klarifikasi kepada masyarakat. Mengingat banyaknya masyarakat yang akan bertanya kepada wakilnya ketika menjalani reses.
“Reses ini bukan untuk berdebat kusir tapi untuk menampung aspirasi. Selama ini kita dinamis saja. Apa sih aspirasinya, misalnya ada jembatan bolong, saluran mampat, gang kumuh, sekolah tidak layak karena banjir, ada orang yang sampai sekarang belum dapat KJP (Kartu Jakarta Pintar). Itu kan aspirasi orang,” ujar dia.
Diketahui, untuk reses kali ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menganggarkan Rp 30 juta/anggota dewan.
Yang jadi masalah, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini tengah memasalahkan pokir-pokir yang disampaikan anggota dewan. Pokir itu pula yang kerap disebut Ahok sebagai masuknya anggaran-anggaran ‘siluman’ dari dewan. Lantaran pokir dimasukkan dewan di luar pembahasan dan setelah rapat pengesahan rancangan APBD DKI 2015 lalu.
Artikel ini ditulis oleh:

















