Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak menguat sebesar 50 poin menjadi Rp12.747 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp12.797 per dolar AS.

Ekonom Bank Permata Tbk Tony Prasetyantono mengatakan bahwa derasnya aliran dana investasi asing ke pasar keuangan Indonesia menjadi salah satu pendorong bagi mata uang rupiah mengalami penguatan.

“Asing masuk ke dalam negeri membawa dolar AS sehingga membuat tekanan jual rupiah berkurang yang pada akhirnya menopang mata uang domestik,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/2).

Menurut dia, aliran dana asing yang masuk ke dalam negeri karena dipicu fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat, inflasi pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 5 persen dan defisit neraca perdagangan yang terus mengalami perbaikan. Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2015 surplus 710 juta dolar AS.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pemerintah yang fokus pada pengembangan infrastruktur akan menopang perekonomian domestik. Dana infrastruktur Indonesia pada tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp282 triliun.

Di sisi lain, Tony Prasetyantono meyakini bahwa tingkat suku bunga bank sentral AS (Fed rate) juga tidak akan naik terlalu tinggi pada tahun ini karena hal itu dapat membahayakan perekonomian Amerika Serikat sendiri.

Sementara itu, analis pasar uang PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan, sebagian pelaku pasar yang masih melakukan aksi ambil untung terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor pemicu nilai tukar rupiah kembali menguat.

Ia menambahkan cukup kuatnya ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia akan memangkas tingkat suku bunga acuan (BI rate) menjadi salah satu pemicu mata uang rupiah mengalami kenaikan terhadap dolar AS. Sedianya, Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) dilakukan pada pertengahan pekan ini.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (16/2), mencatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.742 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (13/2) pada posisi Rp12.769 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka