Jakarta, Aktual.co — Kurs Rupiah pada dua minggu pertama di Januari 2015 mengalami apresiasi terhadap Euro. Secara rata-rata di 15 provinsi, Rupiah terapresiasi sebesar 253,64 poin pada minggu pertama dan 1.129,73 poin di minggu kedua.
“Rupiah terhadap Euro menguat masing-masing sebesar 1,65 persen dan 7,35 persen dibandingkan dengan minggu terakhir Desember 2014,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/2).
Lebih lanjut dikatakan dia, penguatan Rupiah tersebut terjadi paling banyak di Provinsi Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, yaitu Rp16.100 dan Rp14.540per Euro. Sementara untuk nilai tukar terhadap Euro terendah terjadi di Provinsi Bali sebesar Rp15.030 per Euro pada minggu terakhir Desember 2014.
“Dan menguat di Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp13.900 per Euro pada minggu terakhir Januari 2015,” kata dia.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah melemah pada mata uang lainnya, seperti Dolar Amerika Serikat sebesar 201,32 poin, Dolar Australia sebesar 84,96 poin, dan Yen Jepang sebesar 1,76 poin.
“Hanya pada Euro saja Rupiah terapresiasi, yang lainnya mengalami pelemahan,” pungkas Suryamin.
Artikel ini ditulis oleh:

















