Jakarta, Aktual.co — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Januari 2015 mencapai USD13,3 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 9,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari USD14.621,3 juta menjadi USD13.300,9 Juta. Sementara jika dibandingkan pada Januari 2014 juga mengalami penurunan sebesar 8,09 persen.
“Ekspor non-minyak dan gas (migas) pada Januari 2015 mencapai USD11,22 miliar, ini turun 8,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan dibandingkan Januari 2014 turun 6,24 persen,” ujar Kepala BPS, Suryamin di BPS Jakarta, Senin (16/2).
Lebih lanjut dikatakan dia, ekspor non-migas ke Amerika Serikat pada Januari 2015 mencapai USD1,25 miliar. Sedangkan untuk Jepang USD1,15 miliar dan Tiongkok USD1,08 miliar.
“Dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,1 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa sebesar USD1,18 miliar,” kata dia.
Menurut Suryamin, penurunan terbesar ekspor non-migas tersebut terjasi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USS162,6 juta. Sedangkan peningkatan terbesar, kata dia, terjadi pada perhiasan/permata sebesar USD293,4 juta.
Sedangkan untuk ekspor migas, lanjut Suryamin, penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 31,67 persen dan hasil minyak turun sebesar 7,45 persen. Sementara ekspor gas meningkat sebesar 1,48 persen.
“Ekspor non-migas hasil industri pengolahan periode Januari 2015 turun sebesar 4,69 persen dibanding tahun sebelumnya. Hasil ekspor tambang dan lainnya turun 16,34 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 8,88 persen,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















