Jakarta, Aktual.co — Kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Langkat, Sumater Utara, meliputi urea, SP 36, ZA, NPK dan Petrohanik tahun 2015 diperkirakan 30.510 ton.

“Kita perkirakan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani 30.510 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Basrah Daulay SP, di Stabat, Senin (16/2).

Basrah menjelaskan dari 30.510 ton pupuk bersubsidi itu terdiri dari Urea 12.105 ton, SP 36 Superpos 3.598 ton, ZA 4.982 ton, NPK 8.354 ton dan Petroganik 1.471 ton. Kebutuhan pupuk bersubsidi ini untuk mendukung rencana pertanaman padi sawah seluas 81.438 hektare dan padi gogo (ladang) seluas 538 hektare.

Selain untuk kebutuhan pertanaman padi, pupuk bersubsidi ini juga diperuntukkan buat pertanaman komoditas holtikultura, sayuran dan palawija. “Pupuk bersubsidi ini juga diperuntukkan untuk mendukung rencana pertanaman lain yang diharapkan juga akan memberikan konstribusi buat ketahanan pangan,” sambungnya.

Seperti rencana tanaman kedelai seluas 2.030 hektare, jagung 24.760 hektare, kacang tanah 901 hektare, kacang hijau 1.399 hektare, ubi kayu 1.045 hektare, ubi jalar 447 hektare, cabai 685 hektare. Termasuk juga kacang panjang 704 hektare, terong 303 hektare, tomat 39 hektare, ketimun 395 hektare, semangka 913 hektare, bayam 151 hektare, kembang kol 51 hektare, sawi 141 hektare dan kangkung 76 hektare.

Secara terpisah Kepala Kepala Bidang Produksi Yusfik Helmi mengungkapkan hingga 7 Februari realisasi pertanaman padi di daerah ini sudah mencapai 727 hektare atau 0,89 persen dari rencana tanam yang sudah ditetapkan. “Sudah ada seluas 727 hektare realisasi tanam yang ada di lapangan dari rencana tanam seluas 81.438 hektare” katanya.

Sedangkan realisasi tanam lainnya seperti jagung seluas 1.247 hektare, kacang tanah satu hektare, kedelai 38 hektare, cabai 11 hektare, kacang panjang 13 hektare.

Artikel ini ditulis oleh: