Jakarta, Aktual.co —  Perusahaan Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Lampung menggelar pelatihan bagi nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dalam rangka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di wilayah Klaster Bandarjaya.

Pemimpin PNM Cabang Lampung Mulyana Wiriakusuma di Bandarjaya Kabupaten Lampung Tengah, Senin (16/2), mengatakan permasalahan yang timbul bagi pelaku UMK selalu diangkat dalam program pelatihan untuk bersama-sama dicarikan jalan keluarnya. Menurut dia, masih banyak pelaku UMK yang terbatas wawasannya, sehingga terlambat dalam melakukan inovasi, termasuk dalam hal menghadapi inflasi ekonomi. Akibatnya, kata dia, perkembangan usahanya tidak banyak kemajuan, bahkan tidak sedikit yang mengalami kemerosotan.

“Kondisi tersebut erat kaitannya dengan pola manajemen yang tidak profesional. Apalagi bagi perusahaan kecil yang umumnya merupakan usaha keluarga yang belum memisahkan secara jelas di antara fungsi-fungsi manajemennya,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan itu, Mulyana mengharapkan para nasabah akan terus mendapatkan pemantauan dari PNM disertai dengan bimbingan dan jasa konsultasi sesuai kebutuhan.

Untuk pembiayaan, PNM akan selalu siap membantu sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan usahanya melalui ULaMM yang sudah ada di masing-masing wilayah. PNM Cabang Lampung kini mempunyai tiga klaster, yaitu Klaster Bandarjaya, Kedaton, dan Metro dengan 18 ULaMM. Selama Januari 2015, total pembiayaan “outstanding” Rp119 miliar atau meningkat sebesar 20,79 persen dari periode yang sama pada 2014 sebesar Rp98,5 miliar. Total mereka yang menerima manfaat pembiayaan 3.123 nasabah atau meningkat 14 persen daripada total nasabah pada Januari 2014 yang tercatat 2.738 nasabah. Klaster Bandarjaya, meliputi unit Bandarjaya, Kotabumi, Bukit Kemuning, Mulya Asri, Liwa, dan Kalirejo.

Menurut Arief Mulyadi, Executive Vice President I PT PNM (Persero) melalui keterangannya mengatakan pelatihan di Bandarjaya mengambil tema “Menyiasati Dampak Inflasi Terhadap UMKM”. Tema itu diangkat mengingat faktor inflasi ekonomi yang tejadi saat ini secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi denyut ekonomi usaha mikro, kecil, hingga menengah hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ia menyatakan dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap pengusaha dituntut kejelian dalam membaca kondisi pasar.

Oleh karena itu, para pelaku UMK perlu melakukan terobosan dan strategi dalam melihat perubahan kondisi pasar dan menyiapkan langkah-langkah pencegahan hingga perubahan strategi pemasaran.

Menyadari hal tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), melalui Program Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berupaya untuk selalu melakukan pembinaan terhadap nasabahnya. Pelatihan menampilkan seorang motivator pelaku bisnis mikro dan juga anggota DPRD Kota Metro Lampung yang turut menaruh perhatian khusus pada program-program yang dilaksanakan oleh PNM, yaitu Yulianto dengan diikuti 80 peserta.

Artikel ini ditulis oleh: